Rabu, 06 Juli 2011

THE STARBUCKS EXPERIENCE

Judul Buku
THE STARBUCKS EXPERIENCE :
5 Prinsip untuk Mengubah Hal Biasa Menjadi Luar Biasa
Penulis
Joseph A. Michelli
Penerbit
Esensi (Erlangga Group)

"Buku Ini memberikan serangkaian gagasan dan strategis praktis & terbukti yang anda bisa terapkan segera untuk membangun bisnis yang lebih sukses."
   Brian Tracy
Pengarang Million Dollars Habits

Bagaimana bisa sebuah kedai kopi biasa, bisa menjadi perusahaan menjadi besar dan menjadi salah satu bisnis yang menyebar ke berbagai belahan dunia? Sebagai orang yang belum pernah minum Kopi Starbucks seperti saya, pertanyaan itulah yang muncul di otak saya ketika melihat buku ini di salah satu kios buku di Statsiun Tebet. Karena berbagai pertanyaan itulah saya tertarik untuk mempelajari dari buku ini bagaimana Starbucks berkembang.

Ada 5 Prinsip sukses yang ada digunakan Starbucks untuk mengubah kopi menjadi bisinis yang mendunia dan setiap Prinsip sederhana itulah yang menjadi  pengalaman yang luar biasa dalam perkembangan Starbucks





Prinsip-prinsip Starbuks itu adalah:
Prinsip 1 : Lakukan dengan Cara Anda
Starbucks mempunyai prinsip  karena perusahaan akan diuntungkan bilasemua karyawan menciptakan hubungan keintiman dengan pelanggan, dan setiap karyawan di Starbucks harus mempunyai Kreativitas dan individual untuk memenuhi tujuan tersebut:
Ada 5 Kiat yang diajarkan oleh Starbucks yaitu:
1.       Ramah
Dengan bersikap ramah Starbucks menciptakan sebuah ikatan yang mengundang pelanggan uuntuk berkunjung dan berkunjung lagi.
2.       Tulus
Bersikap tulus berarti berhubungan, menemukan dan merespon
3.       Perhatian
Bersikap penuh perhatian bukan sekadar bersikap sopan, tetapi lebih pada menyadari kebutuhan orang lain sambil menciptakan situasi yang saling menguntungkan. Hal ini juga memberi anda wewenang untuk bertindak dengan cara memperhatikan kebutuhan orang lain
4.       Berwawasan
Berwawasan disini dapat diartikan menyukai apa yang anda lakukan dan berbagi wawasan dengan orang lain. Dalam ekonomi wawasan dan layanan bearti kita memberikan nilai tambah pada sebuah bisnis dengen memperkuat pengalaman pelanggan
5.       Peduli
Peduli dengan apapun yang terjadi ketika anda di kedai atau di kantor anda, perusahaan anda atau komunitas anda

Prinsip 2 : Semuanya penting
Bagi Starbucks Ritel adalah tentang detail, namun pada kenyataannya semua bisnis tentang detail.  Detail yang terabaikan seringkali membuat pelanggan kecewa dan akhirnya pindah ke tempat lain, Detail dapat membedakan antara keberhasilan dan kegagalan,, dan detail sangat mempengaruhi hubungan emosinal (perasaan bawah sadar) yang dimiliki orang lain terhadap anda.

Detail ini bisa berarti semua yang berhubungan dengan perusahaan anda, Baik lingkungan, mutu, pelatihan, penciptaan budaya kerja yang menyenangkan tapi tak hanya semuanya penting namun semua orang yang ada di dalamnya juga penting. Jadi benar-benar tak ada satupun cara untuk menyembunyikan mutu yang jelek.

Prinsip 3 : Surprise and Delight
Kesenangan pelanggan datang dari kejutan sederhana dan juga kemungkinan akan keprediksian. Namun peristiwa itu paling efektif adalah yang dialami secara spontan, tidak dibuat-buat atau dipaksa Para pemimpin Starbucks seringkali meminta kepada karyawannya membuat kejutan kecil yang menyenangkan, dan biasanya hasilnya sangat mengejutkan.

Prinsip 4 : Terbuka terhadap kritik
Perusahaan besar seperti Starbucks pun pasti banyak menuai kecaman diantara keberhasilannya sebagai perusahaan bisnis yang mendunia. Namun secara dewasa starbuck menangkap kritikan tersebut sebagai pelajaran (experience) untuk mereka, Mereka terbuka terhadap kritik dan menangani kritik dengan efektif.
Salah satu cara mereka menangani kritik adalah terlibat langsung dengan masyarakat setempat, mengundang mereka untu berdiskusi yang terfokus pada masalah dan mengatasi masalah tersebut karena buat Starbucks Pengkritik ketika masalahnya terselesaikan bisa menjadi pendukung paling bersemangat.

Prinsip 5 : Leave Your mark
Bagi pemimpin Starbucks, Pemimpin yang sukses itu adalah meninggalkan warisan yang kuat dan positif bagi masyarakat.  Yaitu dengan berpartisipasi dalam kegiatan berbasi komunitas. Sekaligus pegawai diberikan kesempatan untuk membangun kemmapuan untuk memimpin dan bekerja sama sebagai tim.
Tanggung jawab social perusahaan tidak seharusnya dipandang sebagai keisengan yang sekadar lewat namun dilihat sebagai suatu cara untuk menjalankan bisnis secara global.

Mungkin lebih baik anda membaca dan menyerap sendiri berbagai pengalaman Starbuck di buku tersebut dan bandingkan prinsip-prinsip tersebut dengan rencana anda baik untuk bisnis atau kehidupan  anda dan coba renungkan hal-hal berikut ini:
  1. Seberapa konsisten keramahan saya
  2. Detail apa yang cenderung saya abaikan?
  3. Dimana saya bisa menambahkan unsure surprise atau delight di lingkungan kerja saya
  4. Dalam situasi apa saya terbuka terhadap kritik, dan kapan saya melarikan diri dari kritikan
  5. Apa yang sudah saya berikan pada tempatkan kerja, keluarga dan komunitas?

Namun yang perlu kita teladani disini adalah manajemen yang penuh visi, semangat kerja perusahaan, kepedulian social dan prinsip yang tertanam kuat di struktur bisnis mereka.
Namun dari semua itu yang saya yang patut acungi jempol adalah kefleksibelan system mereka agar bisa diterima oleh masyarakat di belahan dunia manapun.

"Keseluruhan Pengalaman tersebut memberikan sebuah pelajaran bagi saya"
Martin “Bank Blitz Memo, Coffee talk.”
 _______________________________________________________________________
catatan kecil:
1. buku bagus tentang perusahaan lainnya yang saya pernah baca The Toyota Way
2. Saya jadi ingat artikel lama saya, yang menjadi tugas wirausaha saya. Coba deh cek disini


5 komentar:

  1. perusahaan bisanya memegang teguh prinsip dasar mereka, tetapi seiring berkembangnya perusahaan dan retail, biasanya prinsip tersebut memudar. apakah prinsip2 diatas masih diterapkan kafe starbucks bahkan oleh retail yg jauh dari pusatnya?? hmm..
    ef ;D

    BalasHapus
  2. edo: nah itu yang gw pertanyakan sih setelah baca buku ini, Starbucks kan bidangnya jasa, bukan manufacture.

    Tapi mungkin hari ini gw cuma bisa jawab begini, Klo sebuah perusahaan mempunyai standar dan setiap orang menjalankan standar itu mungkin itu yang bisa jadi budaya organisasi. Nah teorinya klo budaya Organisasinya berjalan tanpa terputus, walaupun jauh dari pusatnya. Karena gw belum kebagian kelas yang bahas budaya Organisasi. jadi gw cuma bisa jawab segitu dulu. :D

    BalasHapus
  3. prinsip yg gw blg di atas tadi sbenernya gak cuma buat perusahaan manufaktur sih, malah gw lebih menitikberatkan kpd perusahaan retail dan franchise sperti starbucks ini.
    jika memang benar2 dipegang, tentunya itu menjadi ciri khas. dan setiap orang yang mengenal brand/ perusahaan tersebut akan selalu terkenang dengan prinsip2 tersebut (seperti keramahan dalam melayani dsb).
    memang cukup sulit mempertahankan prinsip ini, oleh perusahaan yg sudah mencapai skala multinasional, apalagi bagi perusahaan yang sudah mendunia. tapi jika prinsip ini diterapkan dan ditekankan dengan sebaik mungkin, tentunya ini bisa terus berjalan di manapun perusahaan ini ada.
    *ngomong apa gueeee.. XD

    BalasHapus
  4. Ulasannya menarik. Semacam membaca utuh bukunya dalam waktu yang sangat singkat melalui halaman ini. Ditunggu ulasan "Kejutan!"-nya :)

    BalasHapus
  5. edo: secara teori sih mang gitu do, tapi pas prakteknya *gw juga gatau* haha

    Bang ndi : sipp bang On progress. hehe

    BalasHapus

Tolong Komentar ya.. :D